Rabu, 14 Oktober 2020

ISTIGHFAR



Istighfar pada sebagian orang diucapkan ketika melakukan kesalahan, ini benar dan sangat wajar.
Ada juga yang sudah menjadikan kebiasaan dalam rangkaian dzikir. Hal ini juga tidak salah dan emang sangat dianjurkan.

Ada satu hal yang kita juga perlu tahu, bahwa tanpa merasa ada kesalahan pun bagi kita orang yang beriman wajib membacanya sebagaimana disebut dalam QS. At Tahrim(66) : 8

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ تُوبُوٓاْ إِلَى ٱللَّهِ تَوۡبَةٗ نَّصُوحًا عَسَىٰ رَبُّكُمۡ أَن يُكَفِّرَ عَنكُمۡ سَيِّـَٔاتِكُمۡ وَيُدۡخِلَكُمۡ جَنَّٰتٖ تَجۡرِي مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَٰرُ يَوۡمَ لَا يُخۡزِي ٱللَّهُ ٱلنَّبِيَّ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مَعَهُۥۖ نُورُهُمۡ يَسۡعَىٰ بَيۡنَ أَيۡدِيهِمۡ وَبِأَيۡمَٰنِهِمۡ يَقُولُونَ رَبَّنَآ أَتۡمِمۡ لَنَا نُورَنَا وَٱغۡفِرۡ لَنَآۖ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٖ قَدِيرٞ

"Wahai orang-orang yang beriman! Bertobatlah kepada Allah dengan tobat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak mengecewakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersama dengannya; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka berkata, “Ya Tuhan kami, sempurnakanlah untuk kami cahaya kami dan ampunilah kami; Sungguh, Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.”

Rasul dan suri tauladan kita, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling banyak beristigfar dan bertaubat padahal beliau adalah orang yang telah diampuni dosa yang telah lalu dan akan datang. Sebagaimana hal ini terdapat pada firman Allah,

إِنَّا فَتَحْنَا لَكَ فَتْحًا مُبِينًا (1) لِيَغْفِرَ لَكَ اللَّهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِكَ وَمَا تَأَخَّرَ وَيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكَ وَيَهْدِيَكَ صِرَاطًا مُسْتَقِيمًا (2)
“Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata , supaya Allah memberi ampunan kepadamu terhadap dosamu yang telah lalu dan yang akan datang serta menyempurnakan ni’mat-Nya atasmu dan memimpin kamu kepada jalan yang lurus,” (QS. Al Fath : 1-2)

Walaupun dosa-dosa beliau telah diampuni, namun beliau shallalahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling banyak beristigfar di setiap waktu. Para sahabat telah menghitung dalam setiap majelisnya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam terlihat paling banyak beristigfar.

Dan dalam hal ini Rasulullah juga telah mencontohkannya, bahkan dalam sehari tidak kurang dari 70 - 100 kali.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَاللَّهِ إِنِّى لأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ فِى الْيَوْمِ أَكْثَرَ مِنْ سَبْعِينَ مَرَّةً
“Demi Allah. Sungguh aku selalu beristighfar dan bertaubat kepada Allah dalam sehari lebih dari 70 kali.” (HR. Bukhari) 

Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,

يَا أَيُّهَا النَّاسُ تُوبُوا إِلَى اللَّهِ فَإِنِّى أَتُوبُ فِى الْيَوْمِ إِلَيْهِ مِائَةَ مَرَّةٍ
“Wahai sekalian manusia. Taubatlah (beristigfar) kepada Allah karena aku selalu bertaubat kepada-Nya dalam sehari sebanyak 100 kali.” (HR. Muslim)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam (ketika menjelang kematiannya) sedang bersandar padanya. Lalu beliau mengucapkan,

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى وَارْحَمْنِى وَأَلْحِقْنِى بِالرَّفِيقِ الأَعْلَى
“Ya Allah, ampunilah aku, kasihilah aku dan kumpulkanlah aku bersama orang-orang sholih.” (HR. Bukhari no. 5674. Lihat Al Muntaqho Syar Al Muwatho’)

Beristighfar memiliki makna bahwa manusia meminta rahmat dan pengampunan dari Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Allah telah menjanjikan dalam Q.S An Najm : 32 bahwa ampunan-Nya sungguh maha luas. Allah akan mengampuni siapa pun yang pernah berbuat dosa, menerima taubat mereka, memaafkan dan menutupi kesalahan hambanya.

Istighfar merupakan bentuk kasih sayang Allah Subhanahu wa Ta'ala terhadap umat-Nya. Dengan memperbanyak istighfar, Allah akan menghapuskan kesalahan-kesalahan manusia serta mendatangkan rizki dan kemudahan pada manusia.
 
Dan bacaan istighfar yang paling sempurna adalah penghulu istighfar (sayyidul istighfar) sebagaimana yang terdapat dalam shohih Al Bukhari dari Syaddad bin Aus radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Penghulu istigfar adalah apabila engkau mengucapkan,

اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ
“Allahumma anta robbi laa ilaha illa anta, kholaqtani wa ana ‘abduka wa ana ‘ala ‘ahdika wa wa’dika mastatho’tu. A’udzu bika min syarri maa shona’tu, abuu-u laka bini’matika ‘alayya, wa abuu-u bi dzanbi, faghfirliy fainnahu laa yaghfirudz dzunuuba illa anta [Ya Allah! Engkau adalah Rabbku, tidak ada Rabb yang berhak disembah kecuali Engkau. Engkaulah yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjianku dengan-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku, oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali Engkau].” (HR. Bukhari no. 6306)

Disamping itu semua ada sesuatu yang kita  juga perlu mencermatinya sehingga dalam mengamalkannya bukan hanya karena sebuah rutinitas namun lebih dari itu, yakni kita membaca bener-bener ada ruh nya, sangat terserap dalam hati dengan penuh kemantapan dan keyakinan. Yakni dengan memahami dan meyakini keutamaan-keutamaannya, diantaranya :

1. Mendatangkan-ampunan dari Allah.
" Maka aku katakan kepada mereka; Mohon-lah ampun kepada Rabb-mu sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun." {QS.Nuh :10-12}

2. Mengatasi kesulitan dan terbukanya pintu rizki.
Rasulullah Shallallahu `alaihi Wa Sallam bersabda :
"Siapa yang senantiasa beristghfar maka Allah akan menjadikan baginya setiap kesusahan itu ada jalan keluar dan pada setiap kesempitan ada cara mengatasinya serta memberi rezeki kepadanya dari sumber yang tidak disangka – sangka”
(H.R Abu Daud)

3. Menambah kekuatan.
"Dan (hud berkata): "Hai kaum-ku,mohon lah ampunan kepada Rabb-mu lalu bertaubatlah kepada-Nya,niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atas-mt dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu." {QS.Hud :52}

4. Memperoleh banyak kenikmatan.
" Dan hendak-lah kamu meminta ampun kepada Rabb mu dan bertaubat kepada-Nya,niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik kepada mu sampai kepada waktu yang telah di tentukan." {QS.Hud :3}

5. Turunnya rahmat.
" Hendak lah kamu meminta ampun kepada Allah,agar kamu mendapat rahmat." {QS.An naml :46}

6. Sebagai kafaratul majlis.
"Barangsiapa yang duduk dalam satu majlis(perkumpulan orang) lalu di dalamnya banyak perkataan sia sianya atau(perdebatan) kemudian sebelum ia bangkit dari majlis membaca (istighfar)
Subhaanakallahumma wa bihamdika asyhadu allaa ilaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaik"
" Maha suci Engkau yaa Allah dan aku memuji-MU dan aku bersaksi bahwa tiada Allah melainkan Engkau,aku meminta ampun dan bertaubat kepada-MU.
" Maka ia akan diampuni kesalahan-kesalahan yang diperbuatnya selama di majlis itu." {HR.Turmudzi,Nasa'i,ibnu Hibban,abu daud dan al hakim}

7. Terhindar dari azab Allah.
" Dan tidak lah Allah akan mengazab mereka,sedang mereka meminta ampun." {QS.Al-anfal :33}

Semoga tujuh point di atas dapat menambah nilai plus dalam istighfar kita, kuantitas bisa diistiqomahi, kualitas makin bisa dirasakannya.

1 komentar: